Sunday, July 14, 2013

Berbuka Dan Sahur Menurut Nabi Muhammad SAW

Cara Rasulullah dalam berbuka Dan Sahur, Nabi muhammad saw adalah nabi akhir zaman tidak ada lagi nabi setelah beliau, maka dari itu kita sebagai ummat muslim perlu meneladani beliau nabi Muhammad salah satu diantara sifat dan contoh yang patut kita teladani ialah cara rasulullah makan dan minum saat berbuka dan sahur ramadhan maka dari itu saya hasbihtc akan berbagi tips sehat ala Rasulullah, Waktu berbuka, adalah waktu yang ditunggu-tunggu.
Waktu yang dinanti-nantikan oleh orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, jika tiba waktu berbuka, terasa gembira dan bahagia sekali, bahkan detik-detik menjelang berbuka, menjelang beduk berbunyi, rasanya sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata, dengan angka dan aksara. Betapa gembira dan bahagianya ketika itu terasa memenuhi seluruh rongga, jiwa dan raga.
Berbuka dan Sahur Puasa Nabi SAW
Berbuka dan Sahur Puasa Nabi SAW

Berbuka dan Sahur Menurut Nabi Muhammad SAW

Justru itulah maka Rasulullah mengatakan bahwa orang yang berpuasa itu akan mendapat dua kegembiraan sebagaimana sabda beliau: Orang yang berpuasa itu akan mendapat dua kegembiraan yang pertama gembira ketika berbuka, dan yang kedua gembira ketika berjumpa dengan Tuhannya di kemudian hari nanti.
Walaupun berbuka hanya segelas air putih, akan tetapi terasa begitu nikmat ketika meminumnya bahkan lebih nikmat bila dibandingkan dengan meminum segelas kopi susu atau teh manis bagi orang yang tidak puasa, tapi kendatipun demikian, jangan pula dijadikan waktu berbuka itu seakan tempat melepaskan dendam.
Dikarenakan seharian menahan lapar dan dahaga, menahan diri dari bersenggama, dan dari yang membatalkan puasa, maka begitu tiba waktu berbuka semua dimakan dan diminum. Seakan tidak boleh ada makanan dan minuman yang tersisa.
Selagi selera masih mau, selagi makanan atau minuman masih ada, semua disikat, tanpa memperhitungkan daya tampung perut dan kekuatannya untuk mencerna. Akhirnya jangankan untuk melaksanakan sholat, mau berdiri dan bangun saja dari tempat duduk sudah terasa payah bahkan ada yang sempat muntah karena kekenyangan.
Yang demikian itu bukan saja tidak mendapat pahala dikarenakan tidak mengikuti cara Rasulullah dalam berbuka, akan tetapi tidak jarang mengundang datangnya penyakit. Di mana perut atau usus yang tadinya kosong kemudian diisi sebanyak-banyaknya secara mendadak tanpa didahului dengan mukadimah. Maksudnya dengan minuman atau makanan ringan sebagai pendahulu.
Usus yang bagaimana yang tidak akan rusak kalau demikian caranya. Padahal salah satu rahasia puasa itu untuk menjadi orang bertambah sehat, Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
“Shuumuu tashih-huu” (Puasalah kamu agar kamu sehat)
Tata Cara Berbuka yang baik
Dalam hal berbuka ini ada tata cara yang harus kita ikuti, Tata cara itu sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam salah satu haditsnya yang berbunyi:
Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci, Hadits Nabi ini menggambarkan kepada kita bagaimana cara berbuka yang baik. Yaitu dengan makanan yang manis, yang lunak dan mudah dicerna.
Biasanya rasulullah kalau berbuka didahului dengan meminum air zam-zam atau air putih yang kemudian diiringi dengan beberapa biji kurma. Yang demikian itu boleh dikatakan sebagai mukadimah. Dengan kata lain, begitu masuk waktu berbuka maka tidak semua langsung dimakan atau disikat.
Rasulullah dalam setiap berbuka atau katakanlah setiap waktu makan, tidak pernah terlalu kenyang. Bahkan tidak sampai kenyang kurang lebih 2/3 dari perut itu yang diisi, dan 1/3 lagi dikosongkan hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, bahwa beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Yang lebih penting untuk diperhatikan dalam berpuasa ini bukan sekedar mengosongkan perut, tapi waktu mengisinya kembali yaitu waktu berbuka perlu diperhatikan. Kalau tidak, bahaya yang akan datang. Justru itu makan dan minum janganlah berlebihan atau kekenyangan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al’araf ayat 31 yang artinya: “Dan makan dan minumlah kamu, akan tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”
Justru itulah masalah makanan ini perlu juga dijaga dan diperhatikan. Maksudnya tidak semua harus dimakan atau ditelan. Akan tetapi harus dipertimbangkan daya tampung perut dan kemampuannya untuk mencerna. Kalau tidak, hal ini nanti akan bisa menimbulkan bencana terhadap fisik.
Bahkan bukan hanya sekedar itu. Kata orang-orang ahli Tasawuf “Memperturutkan selera atau kemauan perut dalam masalah makan tanpa ada batas sebagaimana yang digariskan oleh Rasulullah, yaitu berhenti sebelum kenyang, dengan kata lain orang yang makannya banyak, maksudnya setiap makan selalu kekenyangan, juga bisa menjadi penyakit jiwa. Yaitu penyakit loba, tamak dan serakah.”
Awali dengan do’a buka puasa
Setidaknya ketika akan berbuka bacalah bismillah. Dan akan lebih bagus lagi, lalu diiringi dengan do’a. umpamanya do’a sebagai berikut ini :
Allaahummalaka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu dzahaba zhomau wa abtal-latil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaaa Allaahu ta’alaa birohmatika yaa arhamar-rohimiin.” (Yaa Allah! Karena-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah (segar), Mudah-mudahan tetap pahalanya. Dengan rahmat-Mu, wahai dzat yang Maha Pengasih)
Dan akan bertambah bagus lagi, kalau sesudah berbuka, setiap selesai makan, bacalah do’a sesudah berbuka sebagai berikut:
Alhamdulillaahil-ladzii ath ‘amanaa wasaqoonaa wal’alnaa minasy-syakiriin artinya Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami. Dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bersyukur
Mempercepat berbuka
Mempercepat berbuka di sini bukan berarti berbuka sebelum waktunya, tidak. Akan tetapi begitu tiba waktunya langsung berbuka. Jangan sekali-kali ditunda dengan mengerjakan sholat maghrib terlebih dahulu baru berbuka. Sebab yang demikian itu tidak akan menambah pahala. Tapi kalau kita cepat berbuka, kita akan mendapat pahala dari amalan sunah yang kita kerjakan itu. Sebab mempercepat berbuka itu hukumnya sunah.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:
Manusia itu selalu berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.
(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)
Kemudian ada satu lagi hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang artinya: “Adalah Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa biji kurma sebelum Sholat.”
Memberikan Perbukaan
Bulan Ramadhan ini bulan yang penuh berkah. Bulan di mana amal ibadah kita dilipat-gandakan pahalanya. Justru itulah sebaik-baiknya sedekah itu pada bulan Ramadhan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Turmuzi dari Anas bin Malik yang berbunyi: “Afdholush shodaqoti shodaqotun fii romadhoona artinaya Seutama-utamanya sedekah ialah di bulan Ramadhan
Sedekah yang lebih besar lagi pahalanya ialah memberi orang yang berbuka. Hal ini dijelaskan oleh Nabi di dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Achmad dari Zaid bin Khalid yang artinya: “Barangsiapa yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa
Niscaya dia akan memperoleh pahala sebagaimana yang diperoleh orang yang mengerjakannya dengan tidak kurang sedikitpun.” dari keterangan kedua hadits tersebut semakin jelas bagi kita bahwa bersedekah di bulan Ramadhan itu mendapat nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bersedekah di bulan lain.
Dengan memberi sedekah kepada orang yang berpuasa dengan jalan memberinya berbuka, akan mendapat pahala yang sama pahalanya dengan orang yang megerjakan puasa itu. sumber: buku “Puasa bukan sekedar kewajiban”

Thursday, July 11, 2013

TAZKIRAH SATU PERINGATAN

Tazkirah Itu Peringatan

Perkataan tazkirah dinyatakan pada surah Az-Dzariyat ayat 55: "Dan tetaplah memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang2 yang beriman."

Memberi tazkirah iaitu peringatan demi peringatan sangatlah dituntut iaitu bagi mengingati perkara-perkara yang sudah diketahui tetapi sudah lupa atau lalai daripada mengamalkannya. Maka tazkirah ini bagi mencetuskan keinginan dan kesederan untuk tidak berterusan meninggalkan sesuatu amalan atau ibadah itu.

Sesungguhnya tazkirah itu memberi manfaat kepada orang2 yang beriman. Orang2 beriman suka kepada tazkirah, ceramah, kuliah maghrib, khutbah, dan majlis2 ilmu. Sebaliknya orang yang tidak suka kepada tazkirah dan majlis2 ilmu sebenarnya punyai masalah dengan iman mereka. Orang yang gemar kepada program2 hiburan di TV, drama2 dan lagu2 pada hakikatnya ada problem dengan iman.

Ada orang pertikaikan tazkirah ini sebagai bidaah dan mengganggu solat teraweh. Solat teraweh secara berjemaah ini juga sebenarnya bidaah kerana ianya tidak pun dilakukan oleh Rasulullah. Bahkan ia adalah inisiatif Khalifah Umar al-Khatab untuk mengumpulkan jemaah pabila melihat para jemaah yang mendirikan solat secara berpecah-pecah di Masjid Nabawi. Slot tazkirah yang diadakan sepanjang bulan Ramadan ini tidak mengganggu solat teraweh sebenarnya kecuali diadakan serentak.

Tazkirah di adakan setelah solat teraweh berhenti rehat seketika atau selepas selesai solat teraweh diadakan. Tujuan utama ialah untuk mengambil kesempatan penyampaian ilmu dan peringatan kepada para jemaah yang ramai itu yang majoritinya ialah bukan ‘regular customer’ masjid. Maka harapnya ia bisa membangkit kecintaan kepada mereka untuk terus hadir ke majlis2 ilmu selepas Ramadan nanti. Slot tazkirah sekitar 20-30minit adalah dikira terbaik.

Malah ramai jemaah yang mendapat ilmunya tika tazkirah diadakan, sebagai contoh seorang pemuda selama ini tidak pernah basuh kencing kerana tanggapannya ianya tidak penting. Bila dia nak solat terus ambik wudhuk dan solat seperti biasa. Dengan mendengar tazkirah barulah dia sedar bahawa basuh kencing adalah persoalan taharah suatu tuntutan syariaat yang tanpanya solat juga akan terbatal.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah RA, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mendirikan malam-malam Ramadan berdasarkan iman dan keikhlasan kerana Allah, nescaya diampuni segala dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'alaih)

Mendirikan malam itu merangkumi segala amal soleh seperti solat, zikrullah, mengaji Qur’an, istighfar, selawat, majlis2 ilmu, sedekah, dan segala amal makruf dan nahi munkar. Waktu yang dimaksudkan untuk mendirikan malam itu ialah selepas Isyak. Yang afdalnya ialah 2/3 malam iaitu sekitar pukul 2:30am hingga sebelum subuh. Tapi jika kita praktikkan solat teraweh berjemaah ini sekitar pukul 2:30am itu maka dikhuatiri tidak akan mendapat sambutan masyarakat sebagaimana kini. 

Begitulah juga majlis tazkirah juga akan tidak begitu berkesan sekiranya diadakan pada waktu sebegitu. Maka benarlah segala amalan dan ibadah ini perlulah disusun mengikut kebijakan agar dapat memberi manfaat kepada kelompok ramai. Yang utama ialah selepas solat isyak hidupkan malam di sepanjang Ramadan ini.

Berilah tazkirah kerana ia memberi manfaat. Siapa yang rasa takut kepada Allah maka dia akan ambil peringatan. Jika kita cakap sesuatu dan ia memberi manfaat dan orang nak berubah maka ia lebih baik daripada miliki kenderaan mewah. Pabila Allah SWT suruh beri peringatan maka natijahnya orang yang lupa akan ingat balik dan orang yang tidak tahu akan dapat ilmu dan baiki dirinya. 

Sangat rugi orang yang dah rasa pandai. Sangat rugi orang yang tidak inginkan tazkirah. Maka teruskan berada di majlis2 ilmu dan tazkirah agar manfaat berjaya diperolehi.

Ada pula sebilangan ahli masyarakat yang begitu teruja dengan amalan sunat di bulan Ramadan ini contohnya solat teraweh. Tapi pada masa yang sama masih lalai dengan ibadah wajib contohnya masih meninggalkan solat zohor atau asar tapi sangat beriya untuk tidak miss solat teraweh 20 rakaat. Tabiat ini mestilah ditegur sebab ia sangat merugikan empunya badan, kerja yang sia-sia kerana tidak dikira amalan solat teraweh yang sunat itu jika solat fardu yang wajib itu ditinggalkan. Tegurlah dia kerana kita sayang dia. Segala amalan ini kena bertepatan dengan syariaat. 

Begitu juga jika lakukan puasa sunat isnin dan khamis tapi tidak pula puasa wajib sepanjang Ramadan, maka sia-sialah amalan puasa sunatnya tadi.

Sedikit masa yang kita luangkan di jalan Allah, maka Allah akan beri rahmatnya. Tazkirah ialah pencetus supaya suka kepada majlis2 ilmu. Berada di majlis ilmu akan mengundang para malaikat untuk menaungi dan mendoakan untuk kita. Ya Allah rahmati mereka. Ya Allah ampuni mereka.

Bersungguh-sungguh menuju kepada Allah dengan berada di majlis2 ilmu maka Allah bersungguh-sungguh memberi ilmu. Jika malu untuk ke majlis2 ilmu maka Allah pun malu untuk memberikan ilmu. Dan yang paling parah ialah jika berpaling daripada majlis2 ilmu maka Allah pun berpaling daripada dia dan kekallah dia jahil untuk selama-lamanya.

@@@
Anda mungkin juga meminati:
Karakter Manusia
Anugerah Kecemerlangan

Tuesday, July 9, 2013

SEBAB UNDI TAKKAN SAMPAI UGUT GURU-GURU


Lt. Kdr. (B) Hashim bin Adnan
Presiden
Kesatuan Perkhidmatan Perguruan Kebangsaan Malaysia


Guru-guru tidak seharusnya “diintimidasi atau diperas ugut" untuk mengundi mana-mana parti politik kata Kesatuan Perkhidmatan Perguruan Kebangsaan (NUTP) mengingatkan parti-parti politik.

Presidennya Hashim Adnan mengatakan ini sebagai respon kepada Menteri Pendidikan II Datuk Seri Idris Jusoh yang menggesa guru-guru untuk mengundi Barisan Nasional (BN) dalam pilihan raya kecil (PRK) akan datang sebagai melahirkan rasa terima kasih kepada kerajaan.

“Guru-guru boleh mengundi sesiapa yang mereka mahu. Saya tidak akan menuntut atau memaksa guru-guru untuk mengundi Barisan Nasional,” kata Hashim kepada The Malaysian Insider hari ini.

Beliau menambah: “Jika mereka gembira dengan apa yang diterima dan jika mahu mereka (BN) terus berkhidmat kerana telah melaksanakan tanggungjawab dengan baik, mereka boleh mengundi BN.

“Semuanya terpulang kepada mereka. Mereka tidak seharusnya diintimidasi atau diperas ugut.”

Hashim mengatakan kerajaan tidak seharusnya mengambil mudah terhadap guru-guru.

“Apabila anda terlalu lama berkuasa, adalah normal untuk membuat gesaan seperti itu... sudah menjadi kebiasaan orang dijawatan seperti itu akan lakukan,” tambah beliau, akan tetapi memberi amaran kedua-dua pihak agar tidak membuli guru-guru untuk mengundi mereka.

Semalam Idris berkata undi kepada BN adalah bagi melahirkan rasa terima kasih kepada kerajaan yang banyak memperjuangkan kebajikan mereka.

"Tidak ada sebab guru membiarkan kerajaan bersendirian dan kini sampai masanya mereka membantu kerajaan untuk memastikan BN mengekalkan kerusi di Kuala Besut sebagai ucapan terima kasih mereka kepada kerajaan," katanya kepada pemberita semasa beramah mesra dengan penduduk Kampung Kemunting dekat Kuala Besut semalam.

Gesaan Idris mengingatkan kembali mengenai pilihan raya kecil Tenang dahulu apabila pengarah pendidikan negeri Markom Giran dikatakan menyalahgunakan kuasa apabila mengarah guru-guru untuk memastikan kemenangan BN.

Pengarah Pilihan Raya PAS bagi kerusi Dewan Undangan Negeri (DUN) Tenang Dzulkefly Ahmad membuat laporan terhadap Makom kerana melawat sekolah di Labis dan Tenang menyuruh guru-guru memastikan kemenangan BN.


Dzulkefly turut menyerahkan klip video empat minit yang dimuat naik ke Youtube menunjukkan Markom memberikan ucapan kepada guru-guru. – 7 Julai, 2013.

Wednesday, June 26, 2013

JEREBU BUAT PENGLIHATAN BUNTU !

Jerebu merupakan situasi yang boleh memberikan kesan terhadap kesihatan manusia. Fenomena jerebu adalah disebabkan oleh kewujudan partikel kecil yang tidak boleh dilihat melalui mata kasar dan partikel tersebut juga terapung di udara.
Sebagai pengetahuan kita, partikel-partikel boleh wujud dalam kuantiti yang banyak serta berkelompok dan akan menyebabkan pancaran cahaya matahari ke bumi tersekat. Hal ini akan menyebabkan jarak pandangan mata kasar akan berkurang.
Seterusnya, jerebu yang berpanjangan akan menyebabkan kesihatan terjejas terutamanya kepada golongan kanak-kanak, orang tua dan mereka yang mempunyai penyakit seperti bronkitis, asma, penyakit paru-paru kronik, jantung, perokok dan individu yang bekerja di luar pejabat atau pun di luar rumah. Oleh yang demikian, kita hendaklah memastikan kesihatan kita berada dalam keadaan yang stabil ketika masalah jerebu tersebut berlaku dalam kawasan kita.
Terdapat beberapa tanda akibat Jerebu yang boleh mengancam kesihatan sesorang individu. Antara kesan-kesan tersebut adalah individu akan mengalami gatal-gatal di bahagian kerongkong dan batuk-batuk. Antara petanda yang lain adalah merasasukat untuk bernafas atau mengalam sesak nafas.
Kesan-kesan seterusnya adalah hidung berair, kerap bersin, mata pedih dan berair, sakit dada dan kulit badan akan merasa gatal. Jika anda mengalami simptom-simptom demikian adalah digalakkan untuk anda mendapatkan rawatan segera di klinik atau hospital yang berhampiran untuk mendapatkan nasihat daripada doktor.
Hal ini adalah amat penting untuk memastikan kesihatan sentiasa terjamin ketika jerebu melanda dan masyarakat haruslah tidak memandang remeh akan fenomena jerebu tersebut kerana ia berpotensi untuk mengancam kesihatan seseorang.
Masyarakat haruslah berusaha mencegah penyakit akibat keadaan jerebu yang berikut. Antara tips kesihatan atau nasihat ketika mengalami keadaan berjerebu ialah jika mengalami penyakit asma, batuk, paru-paru kronik, sakit jantung mereka hendaklah membuat pemeriksaan segera di hospital atau klinik untuk mengelakkan penyakit bertambah parah. Selain itu, mereka hendaklah mengambil ubat seperti yang disarankan oleh nasihat atau pun pihak hospital.
Panduan yang seterusnya adalah masyarakat digalakkan untuk menggunakan penutup hidung yang dikenali sebagai “nasal mask” terutamanya mereka yang bekerja di luar rumah, pembonceng motorsikal, tempat yang berhabuk dan ancaman mereka yang termasuk dalam kumpulan berisiko tinggi yang berpotensi untuk mendapat penyakit. Selain itu, perokok tidak seharusnya merokok di dalam rumah yang mempunyai anak, ibu bapa dan juga saudara mara.
Adalah lebih baik jika masyarakat sentiasa berada di dalam rumah dan kurangkan berada di luar kawasan rumah jika keadaan jerebu semakin teruk dan membimbangkan. Seterusnya, masyarakat dinasihatkan untuk minum air bersih yang banyak ketika keadaan tersebut berlaku. Semua tips atau panduan yang diberikan amat penting untuk memastikan tahap kesihatan terjamin ketika jerebu berlaku.

Tuesday, June 11, 2013

PETUA HILANGKAN BATUK BAYI & KANAK_KANAK

Petua Hilangkan Batuk Bayi dan Kanak-kanak

assalamualaikum.

Pagi2 buta dah tempek petua. Bukan apa, anak kembar cikgu dedua tgh batuk. Kuat pulak tu. Risau takut jangkit kat baby sekali. Yer la, dak berdua tu suka bebenor cium baby. Kejap2 cium, kejap2 nak peluk.sudahnya terbatuk depan baby.

Semalam cikgu slowkan kipas. Firas plak xleh tido. Memang kota bharu panas skrg ni. Sampai firas request nak mandi.  Dah la batuk, nak mandi pulak malam2 buta huhuhu. Merengek2 imam muda tu. So cikgu lap2kan badan dia n buh baju takder lengan dgn seluar paras lutut. Baru la dia bleh tido. Pg ni batuk dua2 kembar tu makin kuat. Cikgu pun terus la tekan2 keyboard cari petua. Ni ha cikgu copy trus dari blog http://mykidz.my. harap tuan punya blog izinkan cikgu share kat sini. Thanks yer...if kwn2 ada petua yg lebih mujarab atau selalu duk amalkan, jgn segan2 kucing share dgn cikgu yer...^_^

1. Madu asli.

Untuk bayi atau kanak-kanak, 1 sudu kecil.. Kalau rasa madu tu macam pekat jer, boleh tambah air sikit.Madu boleh mengeringkan kahak. Campurkan madu pada susu bayi atau beri mereka minum madu sedikit setiap hari. Psssttt sila guna sudu plastik yer!

2. Kunyit hidup atau bawang putih.

Kunyit hidup tu, gosok la kat mana2 permukaan yang kasar untuk dapatkan serbuk, lepas tu serbuk kunyit tu dicampurkan dengan minyak masak kemudian sapukan ke dada bayi.. Kalau nak guna bawang putih, bakar sikit bawang putih tu tapi jgn la sampai hangit.. Caranya sama jer guna kunyit, gosok, ambil serbuk,kemudian campur dengan minyak masak baru sapu ke dada bayi.

3. Daun kaduk.

Ramas daun kaduk dengan kapur sirih. Kemudian sapukan pada dada dan perut bayi. Kahak akan keluar bersama najis bayi nanti..

4. Kismis

Kalau anak kita dah boleh mengunyah, amalkan makan kismis sebanyak 21 biji setiap hari. InsyaAllah batuk akan hilang.

5. Daun Bunga Tahi Ayam.

Ramaskan dengan kapur sirih sampai berlendir kemuadian sapu kat tengkuk dan dada.

6. Gula Melaka

Bagi menghilangkan batuk berkahak yang berpanjangan, terutama pada kanak- kanak ambil gula melaka, pecahkan kecil-kecil dan berikan pada anak anda dan makan seperti gula- gula. Lakukan beberapa kali hingga sembuh.

7. Pucuk Ubi

Jika anak kecil anda sedang batuk, cubalah merawatnya dengan cara berikut. Ambil sedikit pucuk ubi dan sedikit kapur (kapur yang digunakan untuk makan sirih) dan ramas-ramas atau digonyoh dengan kedua-dua tapak tangan hingga keluar air.
Ambil air itu dan sapukan dileher dan dada anak anda. Insya Allah, batuknya akan berkurangan dan beransur hilang.

Thursday, June 6, 2013

Peristiwa Israk dan Mikraj Serta Pengajaran Yang Perlu di Hayati

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Saudara ku yang dirahmati Allah,

Setiap tahun apabila sampai tanggal 27 Rejab umat Islam diseluruh dunia akan mengadakan majlis sambutan peristiwa Israk dan Mikraj. Israk dan Mikraj berlaku pada 27 Rejab, setahun sebelum Hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah.

Apabila berbicara tentang peristiwa Israk dan Mikraj ini, kita secara spontan akan terbayang kisah perjalanan Rasulullah S.A.W bersama malaikat Jibril dan Mikail yang boleh dibahagikan kepada dua fasa.

01.Israk yakni perjalanan Nabi SAW menaiki binatang Buraq dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa, di Baitulmaqdis, Palestin.

02.Mikraj ialah perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratil Muntaha di langit yang ketujuh.

Perjalanan Rasulullah S.A.W ini telah diabadikan oleh Allah S.W.T di dalam Al-Quran, Surah Al-Isra' ayat 1 yang bermaksud;


"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Menariknya, keseluruhan perjalanan Rasulullah S.A.W hanya berlangsung pada satu malam.

Para ulama, hadis, ulama feqah dan ulama tafsir secara umum menegaskan bahawa perisitiwa Israk dan Mikraj di mana kedua-duanya berlaku dalam satu malam dan dalam keadaan baginda SAW sedar. Ia berlaku pada jasad atau tubuh dan roh Nabi SAW bukannya roh sahaja. Sebagaimana difahami daripada firman Allah dalam ayat tadi di mana Allah menegaskan "asra bi 'abdihi lailan" yang bermaksud memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam. Perkataan hamba yang dimaksudkan di sini iaitu Nabi Muhammad S.A.W yang mana meliputi batang tubuh dan rohnya serentak bukannya rohnya sahaja. Jika ia berlaku pada rohnya sahaja maka sudah tentu firman Allah itu berbunyi "asra bi rohi 'abdihi lailan" yang bermaksud memperjalankan roh hamba-Nya pada waktu malam tetapi yang berlaku sebaliknya di mana Allah secara jelas menyatakan bahawa Dia telah memperjalankan hamba-Nya iaitu Nabi SAW dalam keadaan tubuh dan rohnya serentak.

Peristiwa ini pada pandangan orang yang tidak beriman atau mereka yang tipis imannya, mereka menyatakan bahawa peristiwa ini tidak mungkin akan berlaku atau pun mereka berbelah bahagi samada mahu mempercayainya atau pun sebaliknya. Tetapi bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya maka mereka tetap percaya dengan penuh keimanan kepada peristiwa ini.

Setelah baginda S.A.W menceritakan apa yang telah terjadi padanya kepada masyarakat umum maka orang-orang kafir bertambah kuat mengejek dan mendustakan baginda S.A.W. Fitnah terhadap baginda S.A.W bertambah kuat malah ada juga di kalangan mereka yang sebelum ini telah memeluk Islam telah pun murtad kembali. Manakala bagi mereka yang begitu membenarkan baginda S.A.W maka iman mereka tetap utuh sebagaimana kita lihat kepada reaksi Sayyidina Abu Bakar apabila dia mendengar berita daripada orang ramai tentang apa yang telah diberitahu oleh Nabi S.A.W lalu beliau dengan tegas menyatakan :

"Benar! Aku menyaksikan bahawa engkau merupakan Rasulullah. Jika baginda S.A.W mengatakan bahawa baginda telah diperjalankan lebih jauh daripada itu maka aku tetap beriman kepadanya". Inilah ketegasan dan keyakinan yang tidak berbelah bahagi Sayyidina Abu Bakar dalam mempercayai Allah dan rasul-Nya sehingga beliau digelar as-Siddiq yang membawa maksud pembenar.

Selain itu, pernah juga diriwayatkan Rasulullah S.A.W berjumpa dengan pelbagai keadaan manusia ketika di dalam perjalanan tersebut. Meskipun kisah tentang peristiwa bersejarah ini seringkali diulangcerita oleh para penceramah setiap kali sambutan Israk dan Mikraj diadakan, saya melihat roh dan intipati di sebalik peristiwa ini masih tidak meresap ke dalam jiwa masyarakat Islam.